Pengetahuan Dasar tentang Lift Konstruksi

Diterbitkan: 2013-09-29

Seiring dengan perkembangan masyarakat yang pesat, orang-orang semakin mementingkan penggunaan lift konstruksi. Apakah Anda memiliki pengetahuan yang mendalam tentang hal ini? Berikut beberapa informasi dasar yang bermanfaat yang mungkin dapat membantu Anda.

Lift konstruksi umumnya digunakan untuk mengangkat orang dan material. Pemasangan dan pembongkaran hanya dapat dilakukan oleh tim profesional yang telah memperoleh sertifikat pemasangan dan pembongkaran yang dikeluarkan oleh dinas konstruksi. Selain itu, hanya staf profesional yang memiliki pelatihan khusus dan sertifikat pengoperasian yang berhak mengoperasikan dan memelihara lift konstruksi.

Lift konstruksi harus dilengkapi dengan pondasi beton dengan daya dukung lebih dari 150 kPa. Penyimpangan kerataan permukaan pondasi yang diperbolehkan adalah 10 meter, dan fasilitas drainase juga harus disediakan.

Stabilitas keseluruhan lift konstruksi merupakan isu penting. Jarak antara garis tengah memanjang rangka rel pemandu lift dan permukaan luar bangunan harus kecil.

Lift konstruksi harus berhenti beroperasi ketika salah satu dari situasi berikut terjadi:

  1. Cuaca buruk seperti hujan deras, salju, kabut, atau angin yang melebihi batas kecepatan kerja yang diizinkan.
  2. Kebocoran listrik terdeteksi.
  3. Serat-serat tali kawat ditemukan putus, atau tali kawat mengalami abrasi serius, terpelintir, kusut, atau terlepas dari slotnya.
  4. Perangkat pelindung keselamatan tidak tersedia.
  5. Mekanisme transmisi berfungsi tidak normal dan memengaruhi kinerja normal.
  6. Struktur logam tersebut sebagian mengalami deformasi.
  7. Kerusakan mesin lainnya yang menghambat pengoperasian atau menimbulkan ancaman terhadap keselamatan konstruksi.

Hubungi kami

Formulir Kontak

Tulisan Terbaru

Cari
×